Aku Yakin Kamu Tak Cengeng
Maaf ma, hari ini penghasilanku cuman segini.Aku tau,setiap hari kamu selalu bilang beras naik,minyak naik,terigu naik,telur naik,bahkan terakhir kali kau juga bilang tempe juga ikut naik.Ya,kita cuman bisa sabar,mau apa lagi.yang penting,duit at will !!! ma,
Tadi,sebuah sedan hampir menabrak becak kita,aku terlalu ngantuk.Sopir sedan itu marah-marah.Katanya,kalo’ sampe’ cat sedan itu tergores aku harus menggantinya.Aku hanya tertawa,siapa yang lebih miskin.Tapi tertawa itu tetap kupendam saja dalam hati.Sebab,banyak yang bilang orang miskin dilarang mentertawai orang kaya.Cukup kaum kita saja yang boleh jadi bahan tertawaan.
Hei…kamupun ikut tertawa,antah apa yang kau tertawakan,ceritaku itu atau uang yang ada digenggamanmu.Kenapa?Bingung ya mau kau apakan uang itu.Simpan saja istriku cantik,besok hari terakhir pembayaran sekolah anak kita.Hari ini?Alhamdulillah,hari ini hari Kamis,kita bisa puasa.Kita syukuri kenikmatan yang diberikan kepada kita.
Aku pamit dulu ma,cukup sudah istirahatku.Keringatku sudah kering.Aku harus mengayuh lagi.Kamu melepasku dari depan rumah kontrakan kita.Kamu tersenyum melambaikan tangan,alangkah cantiknya istriku.Maaf ma,aku yakin kamu tak cengeng.
January 30th, 2008 at 8:29 pm
dat’s cool my man
May 14th, 2008 at 8:56 pm
anak yang baik…. hiks hiks, terharu jadinya
nggak nyangka yach dibalik sosoknya yang konyol abis dia ternyata seorang anak yang berbakti sama orang tua.