Tetanggaku Terlalu Lama Lapar

Tangisan itu tetap terdengar,aku sudah berusaha keras menutup telingaku.Semakin keras aku berusaha menutup telingaku,semakin keras  terdengar.Pedih.Kenapa kata-kata itu selalu terulang :" Pak,luwe(lapar)".Ini sudah hari yang ketiga dia terus mengulang-ulang kata itu.
Kukeraskan saja suara TV ku.Rupanya acara kesukaanku : Cek dan Ricek.Wah, Angel Karamoy menikah,ya ampun biaya pernikahannya habis 2 milyar,wah pak SBY ama pak Yusuf Kalla juga datang,keren.Kira-kira makanan apa yang disuguhkan ya.Makanan?.Tiba-tiba terdengar lagi suara itu : "Pak,luwe."Sialan kukeraskan saja volume TV ku,tapi semakin keras pula suara itu menyiksa diriku.Mereka ikut mendengar gak ya : Angel,Steve.SBY,Kalla.Tapi,apa peduli mereka,tetanggaku bukan siapa-siapa.Tetanggaku hanya sebuah keluarga,yang entah kapan terakhir kali aku tahu mereka makan.
Aku terus saja melihat acara di TV,pisang goreng ini lumayan juga.Aku tertawa,Angel tertawa,Steve tertawa,SBY tertawa,Kalla tertawa dan tetanggaku tetap saja lapar.Biar saja mati sekalian.Yah….iklan….

One Response to “Tetanggaku Terlalu Lama Lapar”

  1. firdaus Says:

    intinya,semua itu brengsek.kepedulian kita pada orang lain sudah pada titik yang terendah.kemunafikan dibanggakan,kekayaan dijadikan tujuan,semaentara kemiskinan hanya dijadikan ajang tontonan dan hiburan.mungkin sudah tiba saatnya revolusi. Dan ternyata aku termasuk yang berengsek itu, hipokrit,karena ternyata kalau dipikir, aku ternyata juga doyan duit,kata orang termasuk mata duitan,dan jika kurenungkan lagi, seharusnya aku gak sok bicara kehidupan, karena ternyata aku sendiri gak siap lapar. yah, yg penting aku harus selalu konsisten dengan sikap dan kata kataku. Ataukah itu hanya sebuah ungkapan ke irihatianku atas keadaan yang tidak bisa aku miliki,shingga jika ksempatan datang,aku pun gak akan menyianyiakannya untuk dapat sprti mereka yang aku hujat itu.

Leave a Reply